Seringkali kita mendengar kata cinta bahkan mengucapkan rasa itu pada sang belahan jiwa, Cinta adalah sebuah rasa yg berbeda menjadi satu : suka, duka, marah, rindu, romantis , misterius, semangat, malas, serius, cemburu. dsb
Dengan berbagai rasa itu Alangkah indahnya bila sebuah cinta di aplikasikan dalam sebuah kata penuh makna dalam “Bingkai Pernikahan”, Karna wujud keseriusan dalam percintaan adalah menikah.
Islam menempatkan pernikahan sebagai hal yang suci dan agung yang dapat menghindarkan kita pada hal-hal yang di haramkan Allah dan dapat mengancam kehancuran tatanan moral dan sosial manusia. Sebagaimana firman Allah pada ( surah arrum 21 ) “ dan di antara tanda-tanda kekuasaannya adalah ia menciptakan untukmu istri-istri dari sejenismu sendiri supaya kamu merasa tentram kepadanya dan dijadikan di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang.
Pernikahan adalah sebuah fase penyatuan dua raga dan jiwa menjadi satu, dan sebuah perjanjian suci yang menjadikan Allah sebagai pemersatu dan menjadi puncak dari segala kenikmatan cinta itu sendiri.
Pada realitanya tidak mudah menyatukan dua orang yang berbeda isi kepala, perilaku, latarbelakang keluarga/ pendidikan bahkan kebiasaan, maupun keinginan dalam sebuah pernikahan, maka dari itu disinilah di butuhkan kesiapan diri untuk menerima apa yang mungkin tidak sesuai keinginan atau harapan kita, namun harus diyakin jika hal demikian bisa disikapi dengan indah, dengan mencoba menanamkan kesadaran diri bahwa menikah untuk ibadah, menikah semata-mata untuk mencari ridho Allah. Maka segala perbedaan yang seolah-olah menjadi momok besar buat pasangan suami istri Insya Allah akan menjadi kecil dan mudah di atasi ketika sgala problem slalu dikembalikan pada sang maha pembuat segalanya “Allah robbul izzati.”
Ikhwan wa akhwaty yang di mulyakan Allah, Pernikahan merupakan titik awal dalam sebuah ikhtiar tiada henti, yaitu ikhtiar untuk mewujudkan sebuah rumah tangga yang senantiasa menghadirkan ketentraman jiwa, rasa cinta dan kasih sayang yang tiada pernah padam ( dengan seizin Allah tentunya ). Sehingga banyak sekali para ustadz / ustadzah memberikan tips untuk menciptakan rumah tangga sesuai ajaran Rosulullah SAW.
Menurut salah satu sumber praktisi psikologi dalam sebuah tulisannya di katakan, “untuk menggapai harapan pernikahan yang abadi sejumlah syarat haruslah dimiliki antara lain, iman, ilmu, komunikasi, adaptasi ,kompromi , saling memaafkan, memelihara romantisme, jujur dan saling percaya “. Hal-hal tersebut di ataslah yang senantiasa harus kita jaga dan diperhatikan demi kelanggengan kehidupan cinta dalam pernikahan hingga aki-aki dan nini-ninik.
Salah satu hikmah dan manfaat pernikahan adalah membuka pintu rizki dan memperbaiki akhlak , Jadi apalagi ditunggu jika dirasa kalian siap secara bathin dan mampu secara lahir kenapa tidak disegerakan saja , bukankah ini adalah sesuatu indah yang dapat menyempurnakan separuh agama. Jadi ......Jangan pernah takut ataupun ragu untuk melangkah, harus di tekan kan dalam hati. dan jangan biarkan keyakinan itu di hancurkan oleh shak ( ragu ) itu sendiri. Bukankah Rizki Alallah ?....
Maka dari itu aplikasikan cintamu dalam sebuah pernikahan suci berlandaskan Alquran dan hadits, yang kelak akan melahirkan peradaban baru yang lebih tangguh dan islami dengan kehadiran sang buah cinta dan hati yaitu anak- anak lucu yang sholeh dan sholehah Penawar hati kala sedih, pemanis kala pahit menghampiri. Dan doanya penyelamat kala raga ini terbujur kaku di pembaringan terakhir nanti.
“ so....... lets do it MENIKAHLAH DAN RAIH SEPARUH AGAMA “............... semoga bermanfaat.
Tuesday, September 21, 2010
Saturday, September 18, 2010
AZAB BAGI WANITA

Kepada kaum hawa,terlalu banyak ujian bagi kaum hawa.Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu.
Buat kaum adam,kamu juga pasti tidak mahu orang yang kamu syg menghadapi salah satu siksaan di bawah ini.
khususnya untuk para wanita dan diri sendiri.....
Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah . Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.
Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya."Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.
Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?
*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.
*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalk! annya dan tidak mau mandi junub.
* Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.
"Mendengar itu,Sayidina Ali dan Fat imah Az-Zahra pun turut menangis.
Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.
sampai2kan kepada kawan2 kita yang lain..insyaALLAH
Subscribe to:
Posts (Atom)