Thursday, March 3, 2011

WAHAI ISTRIKU..

Wahai isteriku,
Jika kau harapkan kepadaku untuk menghargai dirimu

aku tidak mampu memberikannya selalu

kerana terkadang aku juga lemah tidak terdaya

Wahai isteriku
Berharaplah pada Allah SWT

Karena Allah SWT yang memegang jiwaku

agar aku menghargai dirimu


Wahai isteriku
Jangan sesekali kau menangis karenaku

tetapi menangislah karena Allah SWT

yang terkadang kau lupa akan diriNya

karena terlalu mengharapkan penghargaan daripadaku


Wahai isteriku
Aku takut meletakkan harapanku kepadamu

karena aku lebih mengharapkan Allah SWT

untuk membimbingmu menjadi isteri yang terbaik untukku


Wahai isteriku
Aku takut menghargai dirimu

melainkan penghargaan atas kehendak Allah SWT

karena aku hanya menurut kehendak Allah SWT


Wahai isteriku
Dikala kau bersedih karenaku

ketahuilah bahwa kau sedang jauh dari Allah

karena kau mengharapkan diriku lebih daripadaNya


Wahai isteriku
aku tidak mampu membahagiakan dirimu

karena aku hanya mampu melakukan yang terbaik untukmu

tetapi Allah SWT yang memberikan kebahagiaan itu untukmu


Wahai isteriku
simpanlah air matamu hanya untuk Allah

bukan untuk diriku

kerana aku bimbang kau lebih mengharapkan aku daripada Allah


Wahai isteriku
sesungguhnya aku menyayangi dirimu

hanyalah karena Allah SWT

yang melantik diriku menjadi wakil utk menyayangimu


Wahai isteriku
sesungguhnya aku menjadi penemanmu

semata-mata karena Allah SWT

yang mewakilkan diriku untukmu yang dikasihiNya


Wahai isteriku
Sesungguhnya aku juga insan yang lemah

yang sekedar memiliki kodrat

hanya atas apa yang Allah izinkan untukku


Wahai isteriku
tuntutlah penghargaan kepada Allah SWT

pasti nanti Allah SWT menggerakkan diriku

untuk menghargai dirimu


Wahai isteriku
semoga kita sentiasa diberi mawadah, rahmah dan sakinah

oleh Allah SWT

dengan semata-mata mengharapkan diriNya

Wahai isteriku,
aku ridho dan rela dirimu mencintai Allah

lebih daripada mencintai diriku

Karena aku yakin, apabila dirimu mencintai Allah lebih daripada mencintaiku,

kau bukan sekadar mencintai diriku,

malah pastinya kau ridho dan sanggup berkorban apa saja

sepenuh hatimu untukku dan bersama denganku.

Dan semuanya yang kau relakan itu hanya karena cintamu pada Allah SWT.


Wahai isteriku,
Aku mencintaimu karena Allah SWT dan aku mengharapkan kau juga begitu.

Ya Allah, ajari kami ya Allah untuk menyayangi antara kami ya Allah.

Ajari kami untuk menghargai diri kami ya Allah.


Jagai jiwa kami ya Allah.

Sesungguhnya perkahwinan kami ini atas kehendakMu ya Allah.

Kami serahkan seluruh kehidupan kami kepadaMu ya Allah.

Terima kasih ya Allah..terima kasih.


Semoga bermanfa'at
puisi ini di copas dari catatan mimbar dakwah di facebook

MUHASABAH DIRI

Hari demi hari usiamu kian berkurang,

Tapi engkau tidak pernah menyadarinya.

Setiap hari Allah datangkan rezki kepadamu,

Tapi engkau tidak pernah memujiNya.

Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada.

Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.



Wahai manusia !



Setiap hari Allah datangkan rezki untukmu.

Tapi setiap malam malaikat datang kepadaNya dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.

Engkau makan dengan lahap rezkiNya,

Tapi engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaNya.



Wahai Manusia !



Allah kabulkan jika engkau memohon kepadaNya,

KebaikanNya tak putus-putus mengalir untukmu.

Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaNya tiada henti.

Allah adalah pelindung terbaik untukmu,

Tapi engkau hamba terjelek bagiNya.



Wahai Manusia !



Kau raup segala apa yang Allah berikan kepadamu,

Tapi Allah tutupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.

Tidak malukah kalian kepada Allah?



Wahai Manusia !



Engkau melupakan Allah

Tapi engkau ingat pula kepada yang lain.

Kepada manusia engkau merasa takut,

Tapi kepada Allah engkau merasa aman-aman saja.

Pada manusia engkau takut dimarahi,

Tapi pada kemurkaan Allah engkau tak peduli.



Wahai Manusia !



Bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah.

Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini.

Lihatlah, betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini!



Ya Allah,



Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas

Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudera

Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi

Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit

Aku hanya selonggok bintang kecil yang redup di samudera langit Mu yang tanpa batas.



Ya Allah,



Hamba yang hina ini menyedari tiada artinya diri ini di hadapan Mu.

Tiada Engkau sedikitpun memerlukanku,

Tapi hamba ini terus menggantungkan segunung harapan pada Mu.



Ya Allah,



Ibadahku hanya sepercik air

Bagaimana mungkin sepercik air ini dapat memadamkan api neraka Mu.

Betapa sedar diri ini begitu hina dihadapan-Mu.

Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.

Diri yang tangannya banyak maksiat ini,

Mulut yang banyak maksiat ini,

Mata yang banyak maksiat ini,

Hati yang telah dikotori oleh noda ini,

Yang memiliki keinginan setinggi langit,

Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu Yang Mulia?



Ya Allah,



Ampunilah aku dan saudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,

Berikanlah kejayaan dan mudahkanlah urusan mereka,

Mungkin tanpa kami sedari,

Kami pernah melanggar aturan Mu.



Ya Allah,



Ampunilah kami,

Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu.



Ya Allah,



Siangku tak selalu dalam iman yang teguh,

Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,

Pagiku tak selalu terhias oleh zikir kepada Mu,

Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit

Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu,

Atau dalam maksiat kepada Mu.

Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!!



Ya Allah,



Kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki syurga firdaus Mu,

Tidak pula kami mampu menanggung akan siksa api neraka Mu,

Berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami,

Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun.



Ya Allah,



Dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,

Anugerahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,

Umur kami semakin berkurang setiap hari,

Tapi dosa-dosa kami terus bertambah.

Adakah pintu taubatku masih terbuka?



Ya Allah,



Hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu,

Ku akui dosa-dosaku dan memohon ampun kepadaMu,

Ampunilahku Ya Allah,

Kerana hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan ...



Semoga bermanfa'at..



sumber:Andhika Al-Banjari Mtp

di copas dari Catatan MIMBAR DAKWAH di facebook.