Wahai isteriku,
Jika kau harapkan kepadaku untuk menghargai dirimu
aku tidak mampu memberikannya selalu
kerana terkadang aku juga lemah tidak terdaya
Wahai isteriku
Berharaplah pada Allah SWT
Karena Allah SWT yang memegang jiwaku
agar aku menghargai dirimu
Wahai isteriku
Jangan sesekali kau menangis karenaku
tetapi menangislah karena Allah SWT
yang terkadang kau lupa akan diriNya
karena terlalu mengharapkan penghargaan daripadaku
Wahai isteriku
Aku takut meletakkan harapanku kepadamu
karena aku lebih mengharapkan Allah SWT
untuk membimbingmu menjadi isteri yang terbaik untukku
Wahai isteriku
Aku takut menghargai dirimu
melainkan penghargaan atas kehendak Allah SWT
karena aku hanya menurut kehendak Allah SWT
Wahai isteriku
Dikala kau bersedih karenaku
ketahuilah bahwa kau sedang jauh dari Allah
karena kau mengharapkan diriku lebih daripadaNya
Wahai isteriku
aku tidak mampu membahagiakan dirimu
karena aku hanya mampu melakukan yang terbaik untukmu
tetapi Allah SWT yang memberikan kebahagiaan itu untukmu
Wahai isteriku
simpanlah air matamu hanya untuk Allah
bukan untuk diriku
kerana aku bimbang kau lebih mengharapkan aku daripada Allah
Wahai isteriku
sesungguhnya aku menyayangi dirimu
hanyalah karena Allah SWT
yang melantik diriku menjadi wakil utk menyayangimu
Wahai isteriku
sesungguhnya aku menjadi penemanmu
semata-mata karena Allah SWT
yang mewakilkan diriku untukmu yang dikasihiNya
Wahai isteriku
Sesungguhnya aku juga insan yang lemah
yang sekedar memiliki kodrat
hanya atas apa yang Allah izinkan untukku
Wahai isteriku
tuntutlah penghargaan kepada Allah SWT
pasti nanti Allah SWT menggerakkan diriku
untuk menghargai dirimu
Wahai isteriku
semoga kita sentiasa diberi mawadah, rahmah dan sakinah
oleh Allah SWT
dengan semata-mata mengharapkan diriNya
Wahai isteriku,
aku ridho dan rela dirimu mencintai Allah
lebih daripada mencintai diriku
Karena aku yakin, apabila dirimu mencintai Allah lebih daripada mencintaiku,
kau bukan sekadar mencintai diriku,
malah pastinya kau ridho dan sanggup berkorban apa saja
sepenuh hatimu untukku dan bersama denganku.
Dan semuanya yang kau relakan itu hanya karena cintamu pada Allah SWT.
Wahai isteriku,
Aku mencintaimu karena Allah SWT dan aku mengharapkan kau juga begitu.
Ya Allah, ajari kami ya Allah untuk menyayangi antara kami ya Allah.
Ajari kami untuk menghargai diri kami ya Allah.
Jagai jiwa kami ya Allah.
Sesungguhnya perkahwinan kami ini atas kehendakMu ya Allah.
Kami serahkan seluruh kehidupan kami kepadaMu ya Allah.
Terima kasih ya Allah..terima kasih.
Semoga bermanfa'at
puisi ini di copas dari catatan mimbar dakwah di facebook
Thursday, March 3, 2011
MUHASABAH DIRI
Hari demi hari usiamu kian berkurang,
Tapi engkau tidak pernah menyadarinya.
Setiap hari Allah datangkan rezki kepadamu,
Tapi engkau tidak pernah memujiNya.
Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada.
Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.
Wahai manusia !
Setiap hari Allah datangkan rezki untukmu.
Tapi setiap malam malaikat datang kepadaNya dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.
Engkau makan dengan lahap rezkiNya,
Tapi engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaNya.
Wahai Manusia !
Allah kabulkan jika engkau memohon kepadaNya,
KebaikanNya tak putus-putus mengalir untukmu.
Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaNya tiada henti.
Allah adalah pelindung terbaik untukmu,
Tapi engkau hamba terjelek bagiNya.
Wahai Manusia !
Kau raup segala apa yang Allah berikan kepadamu,
Tapi Allah tutupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Tidak malukah kalian kepada Allah?
Wahai Manusia !
Engkau melupakan Allah
Tapi engkau ingat pula kepada yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut,
Tapi kepada Allah engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi,
Tapi pada kemurkaan Allah engkau tak peduli.
Wahai Manusia !
Bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah.
Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini.
Lihatlah, betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini!
Ya Allah,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudera
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit
Aku hanya selonggok bintang kecil yang redup di samudera langit Mu yang tanpa batas.
Ya Allah,
Hamba yang hina ini menyedari tiada artinya diri ini di hadapan Mu.
Tiada Engkau sedikitpun memerlukanku,
Tapi hamba ini terus menggantungkan segunung harapan pada Mu.
Ya Allah,
Ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air ini dapat memadamkan api neraka Mu.
Betapa sedar diri ini begitu hina dihadapan-Mu.
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini,
Hati yang telah dikotori oleh noda ini,
Yang memiliki keinginan setinggi langit,
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu Yang Mulia?
Ya Allah,
Ampunilah aku dan saudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,
Berikanlah kejayaan dan mudahkanlah urusan mereka,
Mungkin tanpa kami sedari,
Kami pernah melanggar aturan Mu.
Ya Allah,
Ampunilah kami,
Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu.
Ya Allah,
Siangku tak selalu dalam iman yang teguh,
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh zikir kepada Mu,
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu,
Atau dalam maksiat kepada Mu.
Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!!
Ya Allah,
Kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki syurga firdaus Mu,
Tidak pula kami mampu menanggung akan siksa api neraka Mu,
Berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami,
Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun.
Ya Allah,
Dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
Anugerahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
Umur kami semakin berkurang setiap hari,
Tapi dosa-dosa kami terus bertambah.
Adakah pintu taubatku masih terbuka?
Ya Allah,
Hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu,
Ku akui dosa-dosaku dan memohon ampun kepadaMu,
Ampunilahku Ya Allah,
Kerana hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan ...
Semoga bermanfa'at..
sumber:Andhika Al-Banjari Mtp
di copas dari Catatan MIMBAR DAKWAH di facebook.
Tapi engkau tidak pernah menyadarinya.
Setiap hari Allah datangkan rezki kepadamu,
Tapi engkau tidak pernah memujiNya.
Dengan pemberian yang sedikit, engkau tidak pernah mau berlapang dada.
Dengan pemberian yang banyak, engkau tidak juga pernah merasa kenyang.
Wahai manusia !
Setiap hari Allah datangkan rezki untukmu.
Tapi setiap malam malaikat datang kepadaNya dengan membawa catatan perbuatan jelekmu.
Engkau makan dengan lahap rezkiNya,
Tapi engkau tidak segan-segan pula berbuat durjana kepadaNya.
Wahai Manusia !
Allah kabulkan jika engkau memohon kepadaNya,
KebaikanNya tak putus-putus mengalir untukmu.
Namun sebaliknya, catatan kejelekanmu sampai kepadaNya tiada henti.
Allah adalah pelindung terbaik untukmu,
Tapi engkau hamba terjelek bagiNya.
Wahai Manusia !
Kau raup segala apa yang Allah berikan kepadamu,
Tapi Allah tutupi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan.
Tidak malukah kalian kepada Allah?
Wahai Manusia !
Engkau melupakan Allah
Tapi engkau ingat pula kepada yang lain.
Kepada manusia engkau merasa takut,
Tapi kepada Allah engkau merasa aman-aman saja.
Pada manusia engkau takut dimarahi,
Tapi pada kemurkaan Allah engkau tak peduli.
Wahai Manusia !
Bersujudlah dan bertaubatlah kepada Allah SWT serta menangislah.
Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama ini.
Lihatlah, betapa banyak kelalaian yang telah kita lakukan selama ini!
Ya Allah,
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudera
Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit
Aku hanya selonggok bintang kecil yang redup di samudera langit Mu yang tanpa batas.
Ya Allah,
Hamba yang hina ini menyedari tiada artinya diri ini di hadapan Mu.
Tiada Engkau sedikitpun memerlukanku,
Tapi hamba ini terus menggantungkan segunung harapan pada Mu.
Ya Allah,
Ibadahku hanya sepercik air
Bagaimana mungkin sepercik air ini dapat memadamkan api neraka Mu.
Betapa sedar diri ini begitu hina dihadapan-Mu.
Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.
Diri yang tangannya banyak maksiat ini,
Mulut yang banyak maksiat ini,
Mata yang banyak maksiat ini,
Hati yang telah dikotori oleh noda ini,
Yang memiliki keinginan setinggi langit,
Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu Yang Mulia?
Ya Allah,
Ampunilah aku dan saudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,
Berikanlah kejayaan dan mudahkanlah urusan mereka,
Mungkin tanpa kami sedari,
Kami pernah melanggar aturan Mu.
Ya Allah,
Ampunilah kami,
Pertemukan kami dalam syurga Mu dalam bingkai kecintaan kepada Mu.
Ya Allah,
Siangku tak selalu dalam iman yang teguh,
Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,
Pagiku tak selalu terhias oleh zikir kepada Mu,
Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit
Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu,
Atau dalam maksiat kepada Mu.
Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!!
Ya Allah,
Kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki syurga firdaus Mu,
Tidak pula kami mampu menanggung akan siksa api neraka Mu,
Berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami,
Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun.
Ya Allah,
Dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,
Anugerahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,
Umur kami semakin berkurang setiap hari,
Tapi dosa-dosa kami terus bertambah.
Adakah pintu taubatku masih terbuka?
Ya Allah,
Hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu,
Ku akui dosa-dosaku dan memohon ampun kepadaMu,
Ampunilahku Ya Allah,
Kerana hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan ...
Semoga bermanfa'at..
sumber:Andhika Al-Banjari Mtp
di copas dari Catatan MIMBAR DAKWAH di facebook.
Subscribe to:
Posts (Atom)